Ajakan Blak-Blakan Anies di Kampanye Putaran Kedua

Senin, 20 Maret 2017 | 20:35 WIB | Penulis: Yudha Setiawan
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jalan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (19/3/2017). (Foto/arah.com/Restu)

Arah -  Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada semua pihak untuk tidak menciderai demokrasi di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Ia pun menghimbau semua pihak untuk menghormati proses demokrasi di Pilkada DKI Jakarta.

"Saya ingin mengatakan kepada semua jangan ciderai demokrasi hormati aspirasi rakyat hormati proses yang baik dan benar," ujar Anies di Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Ia pun mengaku senang adanya Pilkada putaran kedua. Anies menilai di putaran kedua memiliki kesempatan untuk menyampaikan beberapa permasalahan yang muncul di Pilkada putaran pertama.

"Dan dari pengalaman yang kemarin untung ini ada putaran kedua, kesempatan untuk menyampaikan dengan baik-baik. Ini lho ada masalah lho kemaren lho. Yuk jujur yuk lihat nih warga Jakarta bangsa Indonesia para pemimpin negara para aparatur, nih lihat ada yang lucu nih. Kok di diamkan," ucap Anies.

Anies berharap di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tidak mengecewakan masyarakat.

"Kita jangan menguji kesabaran warga, dengan hal-hal yang merusak demokrasi. Kita ingin demokrasi ini dijaga," kata Anies.

Baca Juga: Gedung Putih Mengancam Balik atas Aksi Uji Coba Rudal Korut
Setnov Disebut Ikut Korupsi E-KTP, Politisi Golkar Bantah Munalub

Ia pun menganggap lucu hasil di Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, pasalnya ditemukan 480 TPS yang dimenangkan salah satu pasangan calon yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat, yang jumlah suara mencapai 90 persen. Ia pun meminta semua pihak dapat melihat data di KPU, yang datanya mudah diakses.

"Ada jumlahnya diatas 480 yang kemenangannya diatas 90 persen. Ini yang kemarin saya bilang, ada yang lucu-lucu. Paling tidak hari ini saya belum mengatakan apa-apa, kecuali lucu saja, ini tidak biasa," sambungnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menghimbau kepada semua pendukung pasangan Anies-Sandiaga untuk tetap optimis untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Ia pun mengibaratkan perjuangannya di putaran kedua seperti pertandingan sepak bola.

"Kalau pertandingan sepak bola, kalau pemain masih menendang bola, dia masih optimis menang. Dia mengejar bola berarti dia masih optimis menang, tapi kalau nendang kaki lawan sudah bermain kasar tanda kepanikan muncul, biasa tuh. Jadi penonton sabar aja, insyaAllah kita diantarkan pada kemenangan dan insyaAllah kita tunjukkan menang dengan bersih tanpa kirim-kirim fitnah," tutupnya. (Restu)

Komentar